Tugas Besar Multimedia (Editing Video : Iklan tentang Widyatama)

June 21, 2013 in Uncategorized

Halooo bro….:D

Disini gue mau cerita nih, ada sebuah tugas dari dosen Pengantar MM. Yahh meskipun dosennya agak sering ga masuk nih bro, tapi tugas yang dikasih selalu menantang. Salah satunya ini dia “Tugas Besar Pengantar Multimedia”, kita2 ditugasin buat bikin editing video yang belom pernah di upload orang lain. Ya intinya sih ini buat nambah2 nilai, apalagi porsi dari tugas ini 25% :’(. Ini sih gue buat pas deadline, ya jadi nya alakadarnya :) ) Habisnya nih ya bro, pusing gila serius. Awal mulanya sih gara2 refreshing ke Pangandaran yang ga berjalan mulus, hawa2 nya sih ada yang ga suka kita2 berangkat ke Pangadaran :@ yah pada akhirnya kita terdampar selama 5 hari yang niatnya cuma 2 hari 1 malem :p Curhat nya cukup kali yaaaa . . . hahahahaha

Cara buat video :

  1. Kumpulin bahan dasar nya, misalnya video yang mau diedit, gambar yang mau disisipin didalam editing video, dan yang ga kalah pentingnya nih bro ya audio nya atau background music buat ngringin video kita biar ga terlalu garing hehe
  2. Nah abis itu, kelompokin deh yang mau tampil duluan mana dulu bro, ya awal mula sih pasti pembukaan ya bro dan diakhiri dengan penutupan. Ga beda jauh sama pidato haha
  3. Kemudian nih, cari audio yang pas buat video kita. Kalo video nya mellow ya dikasih lagu yang mellow juga :D
  4. Cutting video yang ga perlu kita tampilkan diproject kita nih bro, kemudian kalo mau disisipin gambar boleh tuh asal durasinya jangan terlalu lama. Nanti para penontonnya ketiduran . . . hoaaaammm (-__-!)zZZ
  5. Sisipin musiknya deh kalo udah semua video sama gambar dimasukin ke project. Nah kebetulan, program yang gue pake tuh Ulead Visual Studio 11 jadinya agak mudah sih edit2nya karena udah terbiasa gue pake pas dulu masih SMK.
  6. Abis itu tinggal kita atur2 deh durasi + timing antara video/gambar dengan lagu biar pas gitu loohhhh . . . :)
  7. Kalo udah cocok nih ya bro, baru deh masuk ke proses rendering. Ini agak berat sih prosesnya, disaranin ya matiin semua aplikasi yang ga dipake ya bro. Bisa2 proses rendering terhambat dan hasil video nya malah jadi ga bagus.
  8. Jangan lupa save project yang udah dibuat, sayangkan buat history kita kalo pernah dapet tugas kaya gitu. Mungkin kali aja kepake di masa depan

Nah ini dia bro video yang udah gue buat, ini sih kumpulan foto2 yang gue buat video ditambah iringan lagu instrumen :D Ini idenya karena emang deadline aja sih, jadi ga ada alasan khusus kenapa gue buat video sebagus ini hahaha

Cekidooottttttt

http://youtu.be/JP79QmWOlo0

 

Print Friendly

Tugas III Pengantar Multimedia (Review Film “Star Trek Into Darkness 3D”)

June 1, 2013 in Uncategorized

Star Trek 3D

Menentukan pilihan untuk menyaksikan versi 3D atau 2Dnya memang masih terasa sulit di tengah masyarakat meski pihak grup 21 sudah mempermudahnya dengan menyetarakan harga tiket masuk.  Dulu tentang masalah perbedaan harga, tapi sekarang adalah masalah kualitas dari film tersebut : apakah efek 3Dnya sanggup memberikan movie experience yang luar biasa bagi para penontonnya, yang dimana  tidak dapat kita peroleh dari versi regulernya (2D) sehingga kita diharuskan untuk menyaksikan film tersebut melalui kacamata hitam yang sangat mengganggu demi mendapatkan experience yang diharapkan sang sineas? Hehehe, well, post ini saya harapkan dapat semakin mempermudah kalian untuk mengambil keputusan untuk memilih 3D / 2D.

                3D Technology : Dolby Digital 3D
                
Shot in 3D : NO
               J.J Abrams sengaja tidak memfilmkan Star Trek dengan kamera 3D karena menurut beliau, teknologinya untuk saat ini masih sangat membatasi dirinya dan tim visual effects untuk berkreasi.
Brightness : 5/5

Menggunakan kacamata 3D itu ibaratnya memakai kacamata hitam ketika menonton film di bioskop, sehingga gambar di layar akan menjadi lebih gelap.

                Meski merupakan hasil konversi, level brightness dalam film Star Trek Into Darkness sama sekali tidak berupaya melambungkan sub-judulnya itu sendiri. Adegan-adegan pertarungan di luar angkasa yang notabene didominasi oleh warna hitam pun masih terlihat sangat jelas.
Depth : 5/5

Depth adalah ilusi kedalaman gambar di layar yang membuat para penonton merasa tengah menyaksikan adegan – adegan film tersebut dari balik jendela raksasa atau bahkan merasa ikut terlibat dalam adegan tersebut.

                 Pertarungan di luar angkasa dan set-set tempat yang eksotis telah dimanfaatkan oleh J.J Abrams dan cinematographer-nya semaksimal mungkin untuk menampilkan kekuatan layer depth sepenuhnya dengan kualitas yang terus dipertahankan sampai film berakhir. Para penonton benar-benar telah dibuat terhisap masuk ke dalam aksi petualangan kru Enterprise sejak detik pertamanya dan saya cukup ragu kalau anda bisa merasakan pengalaman menonton yang sama apabila menyaksikan versi 2Dnya.

Pop Out : 3/5

Pop Out adalah ilusi gambar yang keluar dari layar. Dan biasanya efek pop – out-lah yang dinanti – nantikan para penonton awam karena unsur hiburannya ataupun karena persepsi mereka terhadap efek 3D adalah gambar keluar layar. Namun, perlu dicatat bahwa pembuatan efek pop out dalam sebuah film bisa dibilang gampang – gampang susah. Dibuat berlebihan, akan menimbulkan gimmick dan membuat film tersebut tampak murahan. Oleh karena itu, dibutuhkan kreatifitas dan perencanaan yang matang agar efek pop out yang dihasilkan tidak terkesan dipaksakan.

                It’s quite a mixed bag. Jumlah adegan pop-outnya memang bisa dihitung jari, tetapi setiap kali mereka muncul, baik dalam bentuk serpihan, senjata, percikan api, debu atau sekedar efek dari lingkungan set tempatnya, efek pop-outnya terasa benar-benar dibutuhkan dan tidak pernah sekalipun dipaksakan untuk muncul. Kualitas efek pop-out yang disuguhkan Star Trek Into Darkness tetap patut diperhitungkan karena ia tampil lebih elegan, dewasa dan soft.
Health : 5/5

Tidak semua orang tahan ketika menyaksikan film 3D. Ada yang mengalami rasa pusing dan mual seusai menonton film 3D. Sebagai pecinta film dan 3D enthusiast, saya sangat bersyukur tidak dianugrahi “bakat” tersebut.

Print Friendly

Tugas II – Pengantar Multimedia dan Web Design “Hasil rangkuman seminar WIFi Techopreneur is our life”

May 8, 2013 in Uncategorized

CEO Agate Studio : Arif Widhiyasa

Profil Pembicara

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Arief Widhiyasa, beliau adalah CEO dari Agate Studio, Game Developer terbesar di Indonesia yang berlokasi di kota Bandung. Beliau akan bercerita kenapa bisa sampai di Drop Out dari ITB dan kemudian sukses menjadi CEO di Agate Studio. Berikut adalah profil singkat dari Arief Widhiyasa :

Nama Lengkap : Arief Widhiyasa

TTL : Denpasar, 4 April 1987

Pendidikan : ITB (Drop Out)

Riwayat

General Manager di G-Softworks(2005-2007)
Microsoft Student Partner di Microsoft Innovation Center(2007-2009)
CEO di Agate Studio(2007-Present)

Spesialisasi

1. Business Development
2. Negotiation
3. Networking
4. Game Programming
5. Game Development
6. Game Business.

Rangkuman Materi

Asal mula nama AGATE STUDIO

Developer game lokal asal Bandung yang telah menghasilkan 100 lebih game baik untuk personal computer maupun untuk perangkat mobile. Pendiri Agate berjumlah 16 orang dan setelah dua tahun berdiri, Agate Studio telah memiliki 60 orang karyawan. Arief adalah salah satu pendiri Agate Studio dan sejak perusahaan ini resmi berdiri, Arief dipercaya oleh teman-temannya di Agate Studio untuk memimpin perusahaan ini karena dianggap paling banyak berperan dalam pengembangan Agate Studio dan paham tentang manajemen perusahaan. Agate sangat inline, jadi Agate akan selalu berusaha untuk bisa berkontribusi semaksimal mungkin agar visi Agate untuk berkontribusi dalam membuat dunia lebih bahagia bisa terwujud perlahan-lahan.

 

Logo Arsanesia

CEO Arsanesia: Adam Ardisasmita

Profil Pembicara

Salah seorang dari pembicara di acara seminar kita ialah Adam Ardisasmita, beliau adalah CEO dari Arsanesia, sebuah industri yang bergerak dibidang  ”Digital Entertainment”. Beliau juga pernah memenangkan  penghargaan dari Nokia sebagai Nokia Developer Champion. Di acara seminar, beliau akan memberi tips dan trik untuk bisa berhasil di dunia Digital Entertainment, khususnya didunia Game Developing. Berikut profilnya :

  • Chief Executive Officer di Arsanesia Entertainment (Perusahaan Perseorangan)
  • Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast (NICE) diNokia Indonesia Community Enthusiast

Dulu

Pendidikan

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB)
  2. MAN Insan Cendekia Serpong

Ringkasan Adam Ardisasmita

  • Founder and CEO of a mobile games company, Arsanesia
  • Vice President of Nokia Indonesia Community Enthusiast
  • A passionate speaker, influencer, and blogger
  • Love to generate out of the box creative ideas to solve a problem

Spesialisasi

Business, Startup, Leadership, Communication, Management, Mobile Technology, Game Industry, User Experience

Rangkuman Materi

Di tengah maraknya kasus klaim kebudayaan Indonesia, Adam Ardisasmita, Dea Renata, M. Ikhsandana, Hazki Hariobowo, dan Khairul Annas membentuk Arsanesia, kelompok yang bertujuan melestarikan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia menggunakan media digital khususnya melalui mobile games.

Berdiri pada April 2011, Arsanesia sendiri diambil dari kata ‘Arsa’ (dari bahasa Sansakerta) dan Nesos (dari bahasa Yunani) yang artinya adalah pulau kebahagiaan.

Media seperti Apple App Store, Google Play, Windows Marketplace, Nokia OVI Store, dan lainnya tersebut menurut Adam dapat dijadikan corong untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kebudayaan Indonesia. “Efeknya diharapkan dapat meningkatkan awareness masyarakat Internasional terhadap Indonesia dan bisa membantu mendorong tingkat pariwisata di Indonesia”.

Saat ini Arsanesia sudah mengembangkan tujuh games dengan tema budaya Indonesia yaitu Gamelan Player, Si Pitung, Temple Rush Prambanan, Wago Warrior, Slapillar, Little Lea, dan Flipallago.

 

Pembicara SAP

SAP : Wawan Dewanto

Profil Pembicara 

Pendidikan

  1. Jurusan Teknik Industri, ITB pada Februari 2000.
  2. Beasiswa di Faculty of Technology, Policy and ManagementTecnische Universiteit Delft, Belanda pada Agustus 2003.
  3. Beasiswa di Faculty of Business and EconomicsMonash University, Australia sejak Juli 2007.

Rangkuman Materi

Pada tahun 2007, Wawan menulis buku tentang manajemen teknologi informasi berjudul ERP : Menyelaraskan Teknologi Informasi Dengan Strategi Bisnis. Setelah menjadi dosen, Wawan meneruskan tradisi menulis, beberapa diantaranya berhasil memenangkan berbagai lomba karya tulis seperti menjadi juara 1 The Best Idea in Business oleh Majalah SWA tahun 2005, juara 3 Lomba Analisis dan Proyeksi Inflasi oleh Bank Indonesia pada tahun 2006 dan juara 2 XL Award Writing Competition oleh PT Excelcomindo Pratama pada tahun 2007.

  • Business Strategy & marketing
  • Entrepreneurship Study
  • Innovation Management
  • Technology Management and New Product Development
  • Intrapreneurship (S1 Manajemen)
  • Knowledge and Innovation (S2 MBA)
  • Family Business (S2 MSM)

 

Pendapat anda tentang manfaat materi tersebut bagi keilmuan anda masing-masing

Dalam seminar “Technopreneur is our life” ini saya dapat menambah wawasan dan pengetahuan saya dalam bidang IT tentunya. Dan dari seminar ini kita dapat mengembangkan bakat yang kita miliki menjadi sebuah lahan penghasilan, yang tidak hanya menguntungkan kita tetapi berguna juga untuk orang lain. Sehingga bakat yang kita miliki tersalur secara positif.

Print Friendly

Tugas I – Pengantar Multimedia

April 25, 2013 in Uncategorized

Kompresi Data

  1. Apa yang dimaksud dengan kompresi data?
  2. Mengapa kompresi diperlukan pada data multimedia?
  3. Ada berapa jenis kompresi data yang dapat digunakan pada tipe data multimedia?
  4. Jelaskan perbedaan antara teknik kompresi lossy dan lossless, berikan contoh yang sesuai!
  5. Jelaskan satu teknik kompresi text yang sangat sederhana, berikan contoh sebelum dan sesudah kompresi!

Penjelasan

  1. sebuah cara untuk memadatkan data sehingga hanya memerlukan ruangan yang penyimpanan lebih kecil sehingga lebih efisien dalam meyimpannya dan atau mempersingkat waktu pertukaran data tersebut
  2. kompresi data merupakan hal terpenting mengingat penanganan data terutama data digital video membutuhkan tempat penyimpanan  data yang sangat besar. Karena kompresi berfungsi untuk mereduksi/mengurangi besarnya data video. Untuk mengatur kompresi digunakan codec (compressor-decompressor) dimana program ini berfungsi untuk menganalisa video dan membuang data yang tidak diperlukan.
  3. Ada terdapat dua jenis kompresi data , yaitu kompresi tanpa kehilangan (lossless data compression) dankompresi berkehilangan (lossy data compression)

    Lossless dan Lossy Kompresi

  4. perbedaannya terletak pada hasil proses pemadatan datanya, pada proses kompresi lossy mengakibatkan kehilangan data yang kecil masih dapat diterima. Dengan algoritma tertentu, detil berkas dipangkas supaya ukuran data dapat dikecilkan. Sedangkan pada kompresi lossless data yang dipadatkan kembali sama persis seperti semula. Tidak ada informasi yang hilang atau harus dikurangi dalam proses untuk mengurangi ukuran besar data. Algortima pemadatan jenis ini menggunakan prinsip kelebihan statistik (statistical redundacy) supaya data bisa disimpan dengan lebih ringkas. Contoh kompresi lossy berkas MP3 bisa menyimpan data lagi yang bersuara jernih, tapi juga bisa mengurangi mutu suara jika ukuran data harus dikurangi. Contoh kompresi lossless berkas gambar 256×256 berwarna polos dan tiap pixelnya berukuran 4 byte, tanpa pemadatan berkas harus disimpan berukuran 4 kali 256×256 = 262144 byte. Namun, dengan , maka data yang perlu disimpan hanyalah data satu warna tersebut dan infromasi bahwa seluruh pixel gambar memiliki satu warna yang sama.
  5. Run-Length-Encoding(RLE) kompresi data teks dilakukan jika ada beberapa huruf yang sama yang ditampilkan berturut-turut. Contoh : Data : ABCCCCCCCCDEFGGGG = 17 karakter, RLE tipe 1 (min. 4 huruf sama) : ABC!8DEFG!4 = 11 karakter

Referensi :
id.wikipedia.org
lecturer.ukdw.ac.id
rplpare.blogspot.com

Print Friendly

Hello world!

February 8, 2013 in Uncategorized

Welcome to Blog Universitas Widyatama Sites. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Print Friendly